//
you're reading...
Uncategorized

Wisnu si Manusia Gelembung punya tips cara mengatasinya solve it !

img 
Chandra Wisnu (dok. thesun)Malang, Chandra Wisnu (56), hanya bisa pasrah dengan penyakit yang dialami, setelah berpikir gelembung di sekujur tubuhnya tak pernah terobati. Hanya dua hal yang dihindari bapak empat anak ini agar gejala diduga akibat kelainan genetik itu tak terus menyerang, yakni menghindari suhu panas serta berpikir berat.

“Saya harus hindari berpikir berat serta suhu panas,” ujar Wisnu ditemui detiksurabaya.com di rumahnya Perum Pondok Rindang Blok C-173, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, Jumat (18/11/2011).

Menurut Wisnu, suhu panas serta berpikir berat dapat menyebabkan gatal-gatal hebat kembali menyerang dia yang kemudian berakibat munculnya benjolan baru di tubuhnya. “Kalau sudah begitu gatal kembali muncul beberapa hari lagi benjol seperti ini,” tutur Wisnu seraya menunjukkan benjolan yang dialaminya.

Wisnu berupaya sendiri menghindari gejala itu dengan mengontrol suhu badannya. Sedangka menghindari stres, pria asal Surabaya, Jawa Timur, ini banyak menghabiskan waktunya dengan cucu perempuannya atau bergaul dengan keluarga. “Ya pokoknya jangan sampai stres,” ucap suami dari Ninik Hariani ini.

Ia mengaku, selama ini tak pernah mengonsumsi obat untuk menghilangkan rasa gatal yang terkadang menyerang. Hanya sebuah pukulan di titik gatal selalu dia lakukan hingga beransur hilang. “Kalau gatal, saya pukul-pukul hingga hilang, tak minum obat,” aku pensiunan Dinas Pekerjaan Umum Propinsi Jawa Timur ini.
 

 
Ninik Hariani sang istri terkadang membantu memukul-mukul bagian yang terasan gatal, lanjut Wisnu, jika menyerang di bagian tubuh tak terjangkau tangannya. “Ya terkadang saya bantu pukul-pukul, karena kata bapak itu bisa hilang gatalnya,” ujar Ninik mendampingi Wisnu.

Wanita asal Bandung ini tak merasa takut melihat perubahan dratis lelaki yang dinikahi selama 25 tahun lebih ini. Dukungan untuk membangkitkan semangat sang suami menghadapi cobaan ini terus dilakukan setiap harinya. “Hanya bisa bantu suport agar suami saya semangat untuk hidup bersama kami selamanya,” beber Ninik.

Senada juga diungkapkan Joko Hartanto kakak kandung Ninik yang kebetulan bertamu ke rumah Wisnu, keluarga besar bisa menerima yang dialami Wisnu tanpa harus membencinya. “Semua sudah menyadari ini ujian, Wisnu butuh dukungan bukan kebencian,” terangnya terpisah.
 

 
Dokter Angkat Tangan

Wisnu mengaku, gelembung di tubuhnya ini berawal dari rasa gatal yang menyerang hebat sejak dirinya berusia 18 tahun, puncaknya setelah menikah di tahun 1990-an, rasa gatal-gatal terus dialaminya hingga harus menghilangkan dengan menggaruk bagian yang terasa gatal.

“Katanya saya terkena tumor jinak dan tidak menular,” ujar bapak empat anak ini.

“Saya garuk untuk hilangkan gatal, ternyata jadi begini,” aku pensiunan Dinas Pekerjaan Umum Propinsi Jawa Timur ini.

Karena khawatir, Wisnu mendatangi dokter spesialis kulit untuk memeriksakan kelainan yang dialami. Sebelumnya telah muncul satu benjolan besar di bagian punggung.

“Dokternya angkat tangan, saya diminta ke dokter bedah dan juga tidak mau menangani. Sejak itu saya tak lagi memeriksakan ke dokter,” urai lelaki kelahiran Surabaya ini.

Putus asa pun menggeluti dirinya hingga beralih kepada pengobatan alternatif, tapi usaha itu belum juga membuahkan hasil pasti. “Pernah di alternatif dengan membedah benjolan itu, isinya seperti lemak,” beber Wisnu.

Apa yang dialami membuat Wisnu hingga saat ini kebingungan tanpa mendapatkan jawaban. Pasalnya, dalam riwayat keluarganya tak pernah mengalami penyakit seperti itu, serta benjolan yang baru muncul ketika usianya menginjak 25 tahun.

“Saya heran mengapa bisa begini, karena saya tak memiliki masalah sebelumnya,” tutur suami dari Nini Hariani ini.

Meski dalam kondisi tak normal Wisnu tetap melaksanakan tanggung jawab sebagai kepala rumah tangga dengan terus bekerja hingga memasuki masa pensiun awal 2011 ini. Rutinitas sehari-hari Wisnu banyak dihabiskan bersama cucu serta keluarga di rumah.

“Habiskan waktu ya dengan cucu dan keluarga, karena selama ini mereka bisa menerima saya,” ucap Wisnu.

 

Discussion

Comments are closed.

%d bloggers like this: